Selasa, 11 Juni 2013

Permintaan dan Penawaran dalam Ekonomi


Permintaan dan Penawaran dalam Ekonomi
A. Pengertian/Arti Definisi Permintaan dan Penawaran
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu.
pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.
Contoh permintaan adalah di pasar kebayoran lama yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar yang alot.
B. Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran
Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya.
Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.
C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan (Demand)
1. Perilaku konsumen / selera konsumen
Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.
2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.
3. Pendapatan/penghasilan konsumen
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.
4. Perkiraan harga di masa depan
Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.
5. Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen
Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.
D. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran (Suply)
1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.
2. Tujuan Perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.
3. Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.
4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.
5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.





Circular Flow Diagram


Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh manusia, pada dasarnya merupakan proses pertukaran sumber daya yang dimiliki rumah tangga konsumen (RTK) dengan rumah tangga perusahaan (RTP), dan rumah tangga pemerintah/government (RTG). Kegiatan ekonomi yang begitu banyak dan kompleks dapat dipahami dengan lebih mudah melalui suatu model ekonomi. Keterkaitan antara pelaku-pelaku ekonomi tersebut dapat digambarkan dalam siklus aliran arus uang dan arus barang atau circular flow diagram.

1.  Sektor RTK membeli barang dan jasa dari sektor RTP di pasar barang (product market) dan sebagai balas jasanya, sektor RTP menerima uang. Dalam arus ini, sektor RTK berperan sebagai pembeli barang dan jasa, sedangkan sektor RTP berperan sebagai penjual. RTP menetapkan harga produk berdasarkan biaya tenaga kerja dan keahlian. Harga di pasar barang ditentukan oleh permintaan RTK dan penawaran RTP. Transaksi barang dan jasa terjadi di pasar barang (product market).
2.  Pendapatan RTK yang dibelanjakan untuk barang dan jasa, diperoleh dari penjualan faktor produksi yang dimilikinya. Sektor RTK menawarkan faktor produksi yang dimilikinya kepada sektor RTP. Sebagai balas jasanya, sektor RTK menerima uang sebagai penghasilan RTK. Dalam arus ini, sektor RTK berperan sebagai penjual faktor produksi, sedangkan sektor RTP berperan sebagai pembeli. Harga di pasar faktor produksi ini ditentukan oleh penawaran RTK dan permintaan RTP. Transaksi ini terjadi di pasar faktor produksi.
3.  Pemerintah (RTG) menggunakan pendapatan dari pajak untuk membeli barang dan jasa dari pasar faktor produksi, pasar barang, dan RTP. Barang dan jasa tersebut digunakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Beberapa ahli ekonomi berpendapat bahwa perekonomian pasar (market economy), yaitu perekonomian yang berdasarkan pada mekanisme pasar yang dapat bekerja dengan efisien. Adapun beberapa ahli ekonomi lainnya berpendapat bahwa perekonomian pasar akan mencapai hasil yang memuaskan jika pemerintah ikut campur tangan dalam kehidupan perekonomian. Salah satu bentuk campur tangan pemerintah adalah dengan mengenakan pajak kepada masyarakat yang kemudian digunakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Di samping sebagai pelaku ekonomi, pemerintah juga berfungsi sebagai pengatur dan pengawas kegiatan ekonomi rumah tangga perusahaan swasta dan koperasi. Tujuannya adalah agar pelaku ekonomi tersebut melakukan kegiatan ekonominya sesuai dengan peraturan yang ada dan tidak merugikan masyarakat. 

Peran Konsumen dan Peran Produsen
Peran konsumen dan peran produsen dalam kegiatan ekonomi, yaitu sebagai berikut.
1. Rumah Tangga Konsumen (RTK)
Rumah tangga konsumen merupakan pemilik berbagai faktor produksi (tanah, tenaga kerja, modal, dan keterampilan) yang dibutuhkan baik untuk RTP maupun pemerintah. Jadi, dalam hal ini RTK berperan sebagai penyedia faktor produksi. Atas penggunaan berbagai faktor produksi oleh RTP ini, RTK akan memperoleh balas jasa. Bentuk balas jasa ini dapat berupa upah dan gaji untuk tenaga kerja, bunga, dan dividen untuk modal, serta uang sewa untuk tanah dan bangunan. Balas jasa tersebut digunakan RTK untuk membeli berbagai barang dan jasa yang dibutuhkan. Dengan demikian, RTK berperan sebagai pengguna barang dan jasa yang dihasilkan produsen.
2. Rumah Tangga Perusahaan (RTP)
Rumah Tangga Perusahaan (RTP) merupakan sektor yang menggunakan faktor-faktor produksi untuk memproduksi barang yang terus dijual kepada rumah tangga konsumen maupun pemerintah. Dalam menghasilkan berbagai barang tersebut, RTP membeli faktor-faktor produksi dari RTK maupun pemerintah. Jadi, dalam hal kegiatan ekonomi, RTP berperan sebagai penghasil barang dan penyalur barang hingga sampai ke pihak-pihak yang membutuhkan.

B. Arus Lingkar Kegiatan Ekonomi Masyarakat

Pada dasarnya pelaku kegiatan ekonomi terdiri atas Rumah Tangga Konsumen (RTK) dan Rumah Tangga Produksi (RTP). Sehingga apabila digambar dalam bentuk bagan arus barang dan arus uang akan nampak sebagai berikut:
Penjelasan bagan:
1.
Rumah Tangga Konsumsi sebagai penghasil Faktor-Faktor Produksi (alam, tenaga kerja, modal dan skill) menjualnya ke pasar Faktor-Faktor Produksi. Dari pasar Faktor-Faktor Produksi, Rumah Tangga Produksi membeli/ menggunakan Faktor-Faktor Produksi.
2.
Rumah Tangga Produksi memberikan/membayar balas jasa Faktor-Faktor Produksi dengan uang (berupa sewa, upah, bunga dan laba).
3.
Rumah Tangga Konsumsi akan menggunakan balas jasa yang diterimanya untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan Rumah Tangga Produksi.
4.
Rumah Tangga Produksi akan menyerahkan barang/jasa yang diproduksinya kepada Rumah Tangga Konsumsi melalui pasar barang/jasa.
Jadi dengan demikian, nomor 1 dan 4 merupakan arus faktor produksi dan barang. Sedangkan nomor 2 dan 3 merupakan arus uang.
Dalam skala yang lebih luas, arus lingkar kegiatan ekonomi akan nampak seperti di bawah ini.Pada dasarnya bagan di atas menggambarkan peranan masing-masing pelaku ekonomi.






Cobalah Anda jelaskan bagan arus lingkaran kegiatan pelaku ekonomi di atas!
Pada dasarnya bagan di atas menggambarkan peranan masing-masing pelaku ekonomi.
1.
Rumah Tangga Konsumen (RTK) yang menghasilkan Faktor-Faktor Produksi menjualnya ke pasar faktor produksi. Sebagai balas jasa akan diterima uang berupa sewa, upah, bunga dan laba.
Dari penghasilannya, RTK akan membelanjakan uang untuk membeli barang dari pasar barang, membayar pajak kepada pemerintah atau membeli barang impor. Selisih dari penghasilan dengan pengeluarannya digunakan untuk ditabung.
2.
Rumah Tangga Produsen (RTP) membeli Faktor-Faktor Produksi dari RTK dan memberikan uang sebagai balas jasa RTK. Selanjutnya RTP memproduksi barang/jasa dan dijual ke pasar barang atau diekspor. Hasil penjualan tadi yang berupa uang digunakan selain untuk membayar Faktor- Faktor Produksi juga digunakan untuk membayar pajak kepada pemerintah dan melakukan investasi.
3.
Rumah Tangga Pemerintah memperoleh pendapatan dari penerimaan pajak pribadi, pajak usaha, bea masuk dan sumber lain. Pendapatan ini digunakan pemerintah untuk membangun negara dengan cara belanja barang, membayar gaji pegawai negeri, memberikan subsidi dan lain-lain.

4.
Rumah Tangga Luar Negeri dalam bidang ekonomi melakukan kegiatan ekspor dan impor serta kegiatan lain yang menguntungkan tiap negara


Permintaan dan Penawaran dalam Ekonomi


Permintaan dan Penawaran dalam Ekonomi
A. Pengertian/Arti Definisi Permintaan dan Penawaran
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu.
pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.
Contoh permintaan adalah di pasar kebayoran lama yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar yang alot.
B. Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran
Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya.
Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.
C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan (Demand)
1. Perilaku konsumen / selera konsumen
Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.
2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.
3. Pendapatan/penghasilan konsumen
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.
4. Perkiraan harga di masa depan
Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.
5. Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen
Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.
D. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran (Suply)
1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.
2. Tujuan Perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.
3. Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.
4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.
5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.

Minggu, 09 Juni 2013

Penawaran dan permintaan dalam Ekonomi



A.    Latar belakang
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang menjelaskan tentang bagaimana cara atau usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya dengan mengolah sumber daya yang ada di sekitarnya sehingga tercapailah kesejahterahaan hidup.
 Ekonomi itu sendiri ialah kebutuhan yang sangat berpengaruh dalam kelangsungan hidup manusia, karna tanpa terpenuhinnya kebutuhan tersebut maka kelangsungan hidup manusia akan masuk pada zona worning bahkan terancam.
Masalah ekonomi itu termasuk masalah global karna seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya bahwa masalah ekonomi pasti pernah hinggap di diri setiap individu tanpa terkecuali. Jadi, masalah ekonomi ini adalah masalah yang sangat penting dan harus dicari solusinya secara bersama-sama, bukan hanya mengandalkan para ahli ekonomi saja untuk mencari jalan keluarnya.
Dalam dunia ekonomi harga pasar dipengaruhi oleh persediaan barang yang dimiliki oleh produsen daripada tingkat di mana produsen memasok barang tersebut. permintaan dan penawaran,hukum dan faktor yang mempengaruhi dalam ekonomi terdapat permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satu harga dan kuantitas (jumlah barang). setiap transaksi perdagangan pasti adalah permintaan,penawaran,harga dan faktor yang mempengaruhi.
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu.sedangkan penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau di tawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu. Untuk mempelajari perilaku pasar, kita harus melihat tiga komponen utama: pasokan, permintaan, dan harga. Kenaikan harga barang biasanya dipicu karna banyaknya peminat dan permintaan dari pada persediaan barang pada saat tertentu. Seharusnya pemerintah memiliki kemampuan untuk menentukan harga barang di pasaran, sehingga harga pun lebih terjangkau untuk para konsumen dan dapat dinikmati dengan merata.

B.     Masalah

Sebentar lagi kita akan memasuki pasar gelobal yang sangat luas, sehingga diperlukan “negosiasi” yang sangat baik dalam suatu penawaran dan permintaan pasar gelobal. Sehinga penawaran dan permintaan tidak berlangsung secara alot, karena itu suatu negosisasi sangat menentukan apakah kesepakatan dan penawaran tersebut dapat berhasil atau tidak. Apa lagi jika bersinggungan dengan budaya dan norma-normal kehidupan lokal dalam kancah negosiasi global.
  
C.    Landasan teori

Ø  Pengertian Negosiasi
Menurut Stephen Robbins dalam bukunya " Organizational Behavior" (2001), negosiasi adalah proses pertukaran barang atau jasa antara 2 pihak atau lebih, dan masing-masing pihak berupaya untuk menyepakati tingkat harga yang sesuai untuk proses pertukaran tersebut. Dengan pengertian tersebut di atas, maka dalam setiap proses negosiasi , setiap pihak yang berkepentingan berupaya mempertukarkan sesuatu yang dimilikinya dan mendapatkan timbal balik yang sepadan dari mitra negosiasinya.

Ø  Pengertian Penawaran
Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang tersedia dan dapat dijual oleh penjual pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran:   Harga barang itu sendiri,   Harga sumber produksi, Tingkat produks, Ekspektasi atau perkiraan

Ø  Pengertian Permintaan
Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen, pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan :  Harga barang itu sendiri, Harga barang lain yang berkaitan, Tingkar pendapatan, Selera konsumen,    Ekspektasi/perkiraan 


D.    Pembahasan

“Kita memasuki apa yang disebut revolusi negosiasi”. Ucapan negosiator ulung, Clive Rich, tentu bukan mengada-ada. Apalagi kekuatan dan kutub ekonomi dunia tengah bergeser cepat dengan menempatkan BRICs (Brasil, Rusia, India, dan China) sebagai ‘dewa-dewa’ baru yang akan mewarnai kancah perekonomian global.
Perlahan tapi pasti, kawasan Timur Tengah juga sedang bangkit dan mulai mencuri perhatian sebelum benar-benar masuk ke panggung elit dunia. Di tengah situasi yang masih belum kondusif seperti itu, negosiasi menjadi salah salah kunci yang harus dikuasai pelaku bisnis multinasional untuk menaklukan pasar-pasar baru yang menggiurkan.

Situasi kini telah berkembang pesat, sehingga cara orang berbisnis dan memenangkan perang melalui negosasi juga berubah drastis. Itulah yang dia sebut sebagai ‘revolusi negosiasi’. Sebaliknya cara-cara lama atau cara-cara kuno secara cepat hanya tinggal menjadi kenangan. Strategi baru dalam bernegosiasi ini, menurut Rich, berkembang dan mewujud bersamaan dengan gencarnya pemakaian teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari serta penggunaan jaringan sosial media yang kian gencar di dunia maya.
Lain lagi cara orang Rusia bersepakat dalam bisnis. Bagi mereka, kompromi tak lain adalah sebuah kelemahan. Bila Anda ingin bermitra dengan orang Rusia, ajaklah mereka berbincang di acara-acara sosial atau saat makan malam. Betul demikian, kearifan lokal penting untuk dikuasai dalam bernegosiasi global tetapi jangan sepenuhnya bergantung pada idiom lama semacam itu. “Don’t be driven by them,” demikian Rich yang juga pendiri Rich Futures.
Ingat, dunia sudah berubah. Kecakapakan individual kini tidak mungkin diabaikan lagi dalam bernegosiasi. Pasalnya, kesepakan bisnis kini umumnya dicapai ketika ‘kebutuhan-kebutuhan emosi’ bisa tersalur. Faktor inilah yang digarisbawahi Rich sebagai kunci kesuksesan dalam negosiasi dari manapun Anda berasal.
Dulu, kesepakatan bisnis lebih banyak berfokus pada masalah harga, kuantitas, dan jaminan pengiriman. ‘Suasana kebatinan’ mitra bicara tidak dianggap penting. Kini, tidak bisa lagi seperti itu. Anda harus pandai-pandai menanggap sinyal dari lawan bicara, apakah mereka terlihat antusias, basa-basi, marah atau setengah hati. Perhatikan sekali lagi, orang sering mengutarakan isi hatinya dengan bahasa-bahasa tertentu meski sedang berbicara masalah lain.
Hasil maksimal yang bisa dicapai dari keberhasilan lobi adalah kontrak bisnis. Kontrak bisnis yang mengikat dua pihak atau lebih seharusnya bertujuan menyatukan pandangan para pihak yang terlibat di dalamnya, dan bukan justru sebaliknya. Lebih buruk lagi bila salah satu pihak merasa ‘dikadali’ oleh pihak lain. Hal ini bisa saja terjadi dan umumnya baru disadari belakangan setelah kontrak disepakati bersama.
Untuk mendapatkan suatu kesepakatan ada baiknya kita mengetahui apa yang di inginkan dan personalitas dari calon mitra bisnis kita, seperti memberikan pelayanan yang tulus dan memberikan keyakinan dalam mempromosikan barang dan jasa yang ditawarkan. Namun yang terpenting dari semua itu adalah menghormati mitra bisnis dan memperlakukannya seperti raja, karna ada pepatah lama yang “Berbunyi pembeli adalah Raja”.
Dalam proses inti dari negosiasi, yaitu proses tawar menawar, kita perlu mengetahui apa itu The Bargaining Zone (TBZ). TBZ adalah suatu wilayah ruang yang dibatasi oleh harga penawaran pihak penjual (Seller’s Opening Price) dan Tawaran awal oleh pembeli (Buyer’s Opening Offer). Di antara kedua titik tersebut terdapat Buyer’s Ideal Offer, Buyer’s Realistic Price dan Buyer’s Highest Price pada sisi pembeli dan Seller’s Ideal Price, Seller’s Realistic Price dan Seller’s Lowest Price pada sisi pembeli. 

Kesepakatan kedua belah pihak yang paling baik adalah terjadi di dalam wilayah yang disebut Final Offer Zone yang dibatasi oleh Seller’s Realistic Price dan Buyer’s Realistic Price. Biasanya kesepakatan terjadi ketika terdapat suatu overlap antara pembeli dan penjual dalam wilayah Final Offer Zone.

Semakin rendah tingkat harga suatu barang akan semakin banyak barang tersebut yang diminta, dan sebaliknya. Semakin tinggi tingkat harga suatu barang, akan semakin sedikit permintaan barang tersebut (cateris paribus)”.Oleh karena itu permintaan dan penawaran merupakan hal yang saling berkaitan. Hukum permintaan di atas memberikan gambaran bahwa calon mitra bisnis (pembeli) akan berlaku lebih konsumtif jika terjadi penurunan harga. Konsumen menjadi lebih konsumtif terhadap barang maka barang tersebut makin banyak diminta. Hal ini terjadi karena mereka ingin mendapatkan suatu kepuasan berupa keuntungan yang sebanyak-banyaknya.

Jika terjadi suatu permintaan yang tak terhingga atau melebihi batas maka hal ini akan menjadikan suatu kondisi berupa kelangkaan barang (kebutuhan/keinginan seseorang atau masyarakat lebih besar dari pada tersedianya barang dan jasa tersebut).
Kelangkaan barang ini terjadi ketika harga barang yang sangat murah banyak diminta oleh para konsumen sehingga menimbulkan kelangkaan terhadap barang tersebut. Karena kelangkaan tersebut maka harga yang sebelumnya jauh lebih murah, lambat laun akan meningkat.

Semakin banyak permintaan maka semakin tinggi pula harga barang. Hal tersebut sangat bertentangan dengan hukum permintaan ekonomi (Semakin rendah tingkat harga suatu barang akan semakin banyak barang tersebut yang diminta, dan sebaliknya. Semakin tinggi tingkat harga suatu barang, akan semakin sedikit permintaan barang tersebut) pada uraian di atas tersebut. Intinya dalam perayaan hari raya penjual menginginkan adanya keuntungan besar sehingga mereka memanfaatkan momen tersebut sebagai nilai tambah penjualan mereka dengan cara memperoleh laba yang besar. Jadi hukum permintaan tidak berlaku mutlak pada asumsi ceteris paribus.

Apabila harga naik, maka jumlah barang atau jasa yang ditawarkan meningkat. Jika harga barang atau jasa turun, maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan berkurang. Hukum penawaran berbanding lurus dengan harga barang. Hukum ini juga tidak berlaku mutlak cateris paribus.

Semakin banyak penawaran harga cenderung turun. Harga akan naik bila penawaran sedikit. Semakin tinggi harga semakin banyak pula penawaran yang dilakukan dengan anggapan ceteris paribus. Setara dengan : bila harga naik maka permintaan turun, permintaan semakin banyak bila harga turun (hukum permintaan).

Faktor yang mempengaruhi tingkat penawaran (suply)
Biaya produksi dan tekhnologi yang digunakan tujuan perusahaan pajak ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap prediksi/perkiraan harga di masa depan yaitu :
1. biaya produksi dan tekhnologi yang digunakan
Jika biaya produksi/pembuatan suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual.dengan adanya tekhnologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.
2. Tujuan perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.
3. Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.
4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.
5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.

E.     Kesimpulan dan Saran
Bahwa dalam suatu permintaan dan penawaran yang sangat berperan penting di dalamnya adalah proses negosiasi yang baik, karena tanpa adanya peroses negosiasi yang baik tidak akan tercapai kesepakatan dan akan menimpulkan negosiasi yang alot.
Sarannya adalah untuk mencapai kesepakan yang baik di perlukan adanya hubungan yang baik antara calon mitra bisnis dengan produsen. Sehinga terciptanya negosiasi yang menghasilkan keputusan yang dapat di terima oleh kebelah dua pihak.

Rabu, 17 April 2013

Permasalahaan Ekonomi


Permasalahan Ekonomi
Masalah Pokok Ekonomi
Teori-teori mulai muncul untuk mencoba mengidentifikasi maslah ekonomi apakah yang sebenarnya yang dihadapi manusia di muka bumi ini. Secara umum ada dua buah teori umum yang mencoba untuk menjelaskan permasalahan yang ada dalam ekonomi, yaitu pokok masalah ekonomi secara klasik dan modern.
1.         Pokok Masalah Ekonomi Klasik
Pokok maslaah ekonomi klaskik merupakan bahasan teori ekonomi klasik. Teori ini berdasarkan pemikiran Adam smith, David Ricardo, dan Jhon Stuart Mill yang mendominasi pemikiran ekonomi sampai tahun 1870-an. Teori ekonomi klasik melihat pentingnya  masalah ekonomi sebagai kesatuan dari proses produksi, distribusi, dan konsumsi untuk kesejahteraan (kemakmuran), dalam hal ini amat menekankan kekuatan pasar sehingga menolak campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi.
Maslah ekonomi klasik adalah ekonomi yang dilihat dari sudut pandang sederhana. Pada dasarrnya pemikiran ini bertujuan pada satu hal, yaitu kemakmuran. Pemecahan masalah ini adalah dengan melakukan apapun yang dianggap perlu agar kemakmuran dpat dicapai. Yang disebut sebagai kemakmuran adalah situasi dimana semua barang dan jasa yang dibutuhkan manusia telah tersedia. Apabila dirincikan masalah ekonomi klasik dilihat dari segi produksi, distibusi, dan konsumsi
a.       Masalah Produksi
Permasalahan produksi adalah permasalahan bagaimana memproduksi semua benda (barang dan jasa) yang dibutuhkan masyarakat banyak.
b.      Masalah distribusi
Maslah distribusi terletak pada bagamana supaya benda-benda pemuas kebutuhan bisa sampai ke tangan konsusmen yang membutuhkannya. Seperti yang telah diketahui , barang dan jasa yang tidak sampai ke tangan konsumen yang tepat, tidak ada nilai gunanya, dan tidak dpaat memuasakan kebutuhan.
c.       Masalah Konsumsi
Maslaah konsumsi menyangkut  masalah apakah benda pemuas kebutuahn yang diproduksi memang benda  yang dapat dimiliki oleh konsumen. Barang  yang diproduksi haruslah barang yang tepat, yaitu barang yang memang dibutuhkan, diinginkan, dan mampu dibeli oleh konsumen.

2.         Pokok Masalah Ekonomi Modern
Pokok permaslaaan ekonomi modern terangkum dalam dua kata kunci, kelangkaan dan pilihan. Yang pertama menjadi penyebab yang kedua sehingga muncul empat pertanyaan mendasar tentang what, how, who, dan for whom tersebut. Walaupun setiap masyarakat menghadapi pertanyaan yang sama, namun cara mengatasinya berbeda. Perbedaan cara ini lah yang melahirkan sejumlah sistem ekonomi.
Kita dapat mendefinisikan empat maslaah fundamental perekonomian yang dihadapi setiap masyarakat di era modern.
a.       Apa (What)
Barang dan jasa apa saja yang akan  diproduksi dan dalam jumlah bera, harus ditentukan. Dari sekian banyak barang dan jasa, manakah yang harus dipilih untuk diproduksi!. Keputusan produksi tidak lagi hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan, namun juga untuk menghasilkan keuntungan maksimum.
b.      Bagaimana (How)
Dengan cara bagamana proses produksi akan dilakukan? Apakah akan mendatangkankeuntungan yang besar? Apabila terdapat barang modal berupa bangunan apakah akan dijadikan kantor atau gudang? Bila  terdapat sebidang tanah apakah akan digunakan? Ditanami padi, jagung, atau tebu?.
Pertanyaan-pertanyaan seperti itu harus dijawab dengan bijaksana. Salah melakukan produksi akan berakibat pada kerugiaa, Kelebihan atau kekurangan produksi juga dapat menimbulkan kerugian, karena aktivitas produksi membutuhkan biaya.
Dengan cara bagaimana (who) proses produksi akan dilakukan? Maksudnya adalah siapa yang akan melaksanakan, menggunakan sumber daya  apa saaja, dengan teknologi apa barang-barang tersebut dihasilkan, dan seberapa besar skala produksinya. Hai ini dibutuhkan dalam  rangka penyesuaian perkembangan zaman. Beberapa faktor yang terlibat dalam pengambilan keputusan ini yaitu:
-          Pilihan kombinasi sumber daya yang digunakan
-          Perencanaan proses produksi untuk mendapatkan keuntungan
-          Penentuan teknologi yang digunakan
-          Pertimbangan faktor eksternal: harga, perekonomian, suku bunga, biaya produksi, inflasi, valuta asing dan lain-lain.
c.       Siapa pelalu Produksi (Who)
Di zaman modern,  banyak pihak yang bisa melakukan produksi seperti, pemerintah, swasta, atau koperasi. Inilah salah satu modernisasi, yaitu spesialisasi. Spesialisasi berarti setiap pihak memiliki keterampilan dan keahlian khusus  yang tidak dimiliki pihak lain.
Pertimbangan mengenai pelaku produksi merupakan hal yang penting  karena setiap pihak memiliki kelebihan untuk memproduksi lebih baik.
d.      Untuk siapa (For Whom)
Untuk siapa (for whom) barang di produksi apakah untuk segmen pasar tertentu, atau  masyarakat umu!.


Resume Masalah Ekonomi


 Resume Masalah Ekonomi
                Masalah ekonomi itu sngat sering terjadi disekitar kita bahkan pasti pernah dialami oleh semua orang. Misalnya, masalah ekonomi yang mendatangi seperti “bagaimana cara orang memenuhi kehidupannya”
                Masalah ekonomi adalah masalah yang berkenaan dengan ekonomi itu sendiri. Sedangkan masalah perekonomian adalah maslah yang lekat kaitannya dengan segala aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, mulai dari aktivitas jual beli, tawar menawar atau export import.
                Masalah ekonomi itu termasuk masalah global karna seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya bahwa masalah ekonomi pasti pernah hinggap di diri setiap individu tanpa terkecuali. Jadi, masalah ekonomi ini adalah masalah yang sangat penting dan harus dicari solusinya secara bersama-sama, bukan hanya mengandalkan para ahli ekonomi saja untuk mencari jalan keluarnya.
                Ekonomi pada suatu bangsa ialah hal yang sangat vital, karena bangsa yang memiliki perekonomian yang kuat dapat dipastiakn dapat mendukung dan memajukan bidang-bidang yang lain, seperti bidang pendidikan, social budaya, pemerintahan dan aspek-aspek yang lainpun akan ikut menjadi kuat pula. Namun sebaliknya, jika perekonomian suatu bangsa itu lemah maka dapat dipastikan bahwa bidang-bidang dan aspek-aspek yang lain juga akan terkena dampaknya.
Tujuan kebijakan ekonomi :
a.       Efisiensi :Produk bisa dibuat banyak barang dan biaya prokuksi murah
b.      Pertumbuhan ekonomi : ilihat dari total produksi nasional
c.       Stabilitas ekonomi
d.      Pemerataan
Faktor-faktor terbentuknya masalah ekonomi :
1.       Kemiskinan
Faktor utama dalam masalah ekonomi ialah kemiskinan,karna ekonomi sangat erat kaitannya dengan kemiskinan. Apalagi di masa sekarang ini kemiskinan sudah sangat merajalela di setiap sudutnya. Namun para pakar ekonomi berpendapat bahwa “untuk mengurangi angka kemiskinan maka harus dilakukannya pembangunan”.
2.       Kesejahteraan
Sebagai lawan dari kata miskin . sejah tera memiliki arti kemampuan untuk mencukupi seluruh kebutuhan dalam hidup sehinga tidak ada kata sulit untuk memenuhi kebutuhan itu.
3.       Lapangan pekerjaan
Lapangan pekerjaan menjadi contoh masalah selanjutnya, karena setiap saat peminat kerja selalu bertambah sedangkan lapangan pekerjaannya sangatlah terbatas. Masalah ini juga sangat berkaitan dengan kemiskinan dan kesejahterahan. Jika seseorang yang memiliki pekerjaan yang layak tentu akan jauh dari kemiskinan, karna iya mampu memenuhi segala kebutuhan hidupnya dan iya tergolong menjadi pihak yang sejahtera hidupnya, sedangkan jika orang itu tidak memiliki pekerjaan yang layak maka iya tergolong menyadi pihak yang miskin hidupnya terlepas dari takdir yang iya dapat.
4.       Harga
Kenaikan harga barang biasanya dipicu karna banyaknya peminat dan permintaan dari pada persediaan barang pada saat tertentu. Seharusnya pemerintah memiliki kemampuan untuk menentukan harga barang di pasaran, sehingga harga pun lebih terjangkau untuk para konsumen dan dapat dinikmati dengan merata.
5.       Profit
Dalam ilmu ekonomi pasti selalu membahas masalh ini. Tentang bagaimana kita mampu menaiki laba dengan sekecil-kecilnya modal. Itu adalah prinsip utama ekonomi. Dalam kehidupan masyarakat sekarang segala cara akan dilakukan untuk mengejar keuntungan itu, baik secara halal maupun dengan cara yang haram.
6.       System ekonomi
Sitem ekonomi memiliki beragam bentuk disetiap Negara. Misalnya, kapitalisme, sosialisme, mix(campuran),dsb. Namun sekarang ini dunia perekonomian sudah memasuki fase non-ideologis, diman corak system ekonomi itu melebur menjadi satu.
7.       Inflasi
Secara sederhana biasanya inflasi dapat diartikan sebagai situasi dimana harga tetus menerus mengalami kenaikan.
8.       Ekonomi politik
Di era sekarang ini ilmu ekonomi tidak dapat berdiri sendiri. Karna masalah ekonomi tidak bisa diselesaikan dengan mengandalkan pandangan tungal saja, maka dari itu perlu adanya integrasi dengan politik tujuannya untuk dapat menyelesaikan semua permasalah ekonomi yang ada termasuk contoh masalah ekonomi yang sudah saya jelaskan diatas.