Minggu, 09 Juni 2013

Penawaran dan permintaan dalam Ekonomi



A.    Latar belakang
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang menjelaskan tentang bagaimana cara atau usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya dengan mengolah sumber daya yang ada di sekitarnya sehingga tercapailah kesejahterahaan hidup.
 Ekonomi itu sendiri ialah kebutuhan yang sangat berpengaruh dalam kelangsungan hidup manusia, karna tanpa terpenuhinnya kebutuhan tersebut maka kelangsungan hidup manusia akan masuk pada zona worning bahkan terancam.
Masalah ekonomi itu termasuk masalah global karna seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya bahwa masalah ekonomi pasti pernah hinggap di diri setiap individu tanpa terkecuali. Jadi, masalah ekonomi ini adalah masalah yang sangat penting dan harus dicari solusinya secara bersama-sama, bukan hanya mengandalkan para ahli ekonomi saja untuk mencari jalan keluarnya.
Dalam dunia ekonomi harga pasar dipengaruhi oleh persediaan barang yang dimiliki oleh produsen daripada tingkat di mana produsen memasok barang tersebut. permintaan dan penawaran,hukum dan faktor yang mempengaruhi dalam ekonomi terdapat permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satu harga dan kuantitas (jumlah barang). setiap transaksi perdagangan pasti adalah permintaan,penawaran,harga dan faktor yang mempengaruhi.
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu.sedangkan penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau di tawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu. Untuk mempelajari perilaku pasar, kita harus melihat tiga komponen utama: pasokan, permintaan, dan harga. Kenaikan harga barang biasanya dipicu karna banyaknya peminat dan permintaan dari pada persediaan barang pada saat tertentu. Seharusnya pemerintah memiliki kemampuan untuk menentukan harga barang di pasaran, sehingga harga pun lebih terjangkau untuk para konsumen dan dapat dinikmati dengan merata.

B.     Masalah

Sebentar lagi kita akan memasuki pasar gelobal yang sangat luas, sehingga diperlukan “negosiasi” yang sangat baik dalam suatu penawaran dan permintaan pasar gelobal. Sehinga penawaran dan permintaan tidak berlangsung secara alot, karena itu suatu negosisasi sangat menentukan apakah kesepakatan dan penawaran tersebut dapat berhasil atau tidak. Apa lagi jika bersinggungan dengan budaya dan norma-normal kehidupan lokal dalam kancah negosiasi global.
  
C.    Landasan teori

Ø  Pengertian Negosiasi
Menurut Stephen Robbins dalam bukunya " Organizational Behavior" (2001), negosiasi adalah proses pertukaran barang atau jasa antara 2 pihak atau lebih, dan masing-masing pihak berupaya untuk menyepakati tingkat harga yang sesuai untuk proses pertukaran tersebut. Dengan pengertian tersebut di atas, maka dalam setiap proses negosiasi , setiap pihak yang berkepentingan berupaya mempertukarkan sesuatu yang dimilikinya dan mendapatkan timbal balik yang sepadan dari mitra negosiasinya.

Ø  Pengertian Penawaran
Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang tersedia dan dapat dijual oleh penjual pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran:   Harga barang itu sendiri,   Harga sumber produksi, Tingkat produks, Ekspektasi atau perkiraan

Ø  Pengertian Permintaan
Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen, pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan :  Harga barang itu sendiri, Harga barang lain yang berkaitan, Tingkar pendapatan, Selera konsumen,    Ekspektasi/perkiraan 


D.    Pembahasan

“Kita memasuki apa yang disebut revolusi negosiasi”. Ucapan negosiator ulung, Clive Rich, tentu bukan mengada-ada. Apalagi kekuatan dan kutub ekonomi dunia tengah bergeser cepat dengan menempatkan BRICs (Brasil, Rusia, India, dan China) sebagai ‘dewa-dewa’ baru yang akan mewarnai kancah perekonomian global.
Perlahan tapi pasti, kawasan Timur Tengah juga sedang bangkit dan mulai mencuri perhatian sebelum benar-benar masuk ke panggung elit dunia. Di tengah situasi yang masih belum kondusif seperti itu, negosiasi menjadi salah salah kunci yang harus dikuasai pelaku bisnis multinasional untuk menaklukan pasar-pasar baru yang menggiurkan.

Situasi kini telah berkembang pesat, sehingga cara orang berbisnis dan memenangkan perang melalui negosasi juga berubah drastis. Itulah yang dia sebut sebagai ‘revolusi negosiasi’. Sebaliknya cara-cara lama atau cara-cara kuno secara cepat hanya tinggal menjadi kenangan. Strategi baru dalam bernegosiasi ini, menurut Rich, berkembang dan mewujud bersamaan dengan gencarnya pemakaian teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari serta penggunaan jaringan sosial media yang kian gencar di dunia maya.
Lain lagi cara orang Rusia bersepakat dalam bisnis. Bagi mereka, kompromi tak lain adalah sebuah kelemahan. Bila Anda ingin bermitra dengan orang Rusia, ajaklah mereka berbincang di acara-acara sosial atau saat makan malam. Betul demikian, kearifan lokal penting untuk dikuasai dalam bernegosiasi global tetapi jangan sepenuhnya bergantung pada idiom lama semacam itu. “Don’t be driven by them,” demikian Rich yang juga pendiri Rich Futures.
Ingat, dunia sudah berubah. Kecakapakan individual kini tidak mungkin diabaikan lagi dalam bernegosiasi. Pasalnya, kesepakan bisnis kini umumnya dicapai ketika ‘kebutuhan-kebutuhan emosi’ bisa tersalur. Faktor inilah yang digarisbawahi Rich sebagai kunci kesuksesan dalam negosiasi dari manapun Anda berasal.
Dulu, kesepakatan bisnis lebih banyak berfokus pada masalah harga, kuantitas, dan jaminan pengiriman. ‘Suasana kebatinan’ mitra bicara tidak dianggap penting. Kini, tidak bisa lagi seperti itu. Anda harus pandai-pandai menanggap sinyal dari lawan bicara, apakah mereka terlihat antusias, basa-basi, marah atau setengah hati. Perhatikan sekali lagi, orang sering mengutarakan isi hatinya dengan bahasa-bahasa tertentu meski sedang berbicara masalah lain.
Hasil maksimal yang bisa dicapai dari keberhasilan lobi adalah kontrak bisnis. Kontrak bisnis yang mengikat dua pihak atau lebih seharusnya bertujuan menyatukan pandangan para pihak yang terlibat di dalamnya, dan bukan justru sebaliknya. Lebih buruk lagi bila salah satu pihak merasa ‘dikadali’ oleh pihak lain. Hal ini bisa saja terjadi dan umumnya baru disadari belakangan setelah kontrak disepakati bersama.
Untuk mendapatkan suatu kesepakatan ada baiknya kita mengetahui apa yang di inginkan dan personalitas dari calon mitra bisnis kita, seperti memberikan pelayanan yang tulus dan memberikan keyakinan dalam mempromosikan barang dan jasa yang ditawarkan. Namun yang terpenting dari semua itu adalah menghormati mitra bisnis dan memperlakukannya seperti raja, karna ada pepatah lama yang “Berbunyi pembeli adalah Raja”.
Dalam proses inti dari negosiasi, yaitu proses tawar menawar, kita perlu mengetahui apa itu The Bargaining Zone (TBZ). TBZ adalah suatu wilayah ruang yang dibatasi oleh harga penawaran pihak penjual (Seller’s Opening Price) dan Tawaran awal oleh pembeli (Buyer’s Opening Offer). Di antara kedua titik tersebut terdapat Buyer’s Ideal Offer, Buyer’s Realistic Price dan Buyer’s Highest Price pada sisi pembeli dan Seller’s Ideal Price, Seller’s Realistic Price dan Seller’s Lowest Price pada sisi pembeli. 

Kesepakatan kedua belah pihak yang paling baik adalah terjadi di dalam wilayah yang disebut Final Offer Zone yang dibatasi oleh Seller’s Realistic Price dan Buyer’s Realistic Price. Biasanya kesepakatan terjadi ketika terdapat suatu overlap antara pembeli dan penjual dalam wilayah Final Offer Zone.

Semakin rendah tingkat harga suatu barang akan semakin banyak barang tersebut yang diminta, dan sebaliknya. Semakin tinggi tingkat harga suatu barang, akan semakin sedikit permintaan barang tersebut (cateris paribus)”.Oleh karena itu permintaan dan penawaran merupakan hal yang saling berkaitan. Hukum permintaan di atas memberikan gambaran bahwa calon mitra bisnis (pembeli) akan berlaku lebih konsumtif jika terjadi penurunan harga. Konsumen menjadi lebih konsumtif terhadap barang maka barang tersebut makin banyak diminta. Hal ini terjadi karena mereka ingin mendapatkan suatu kepuasan berupa keuntungan yang sebanyak-banyaknya.

Jika terjadi suatu permintaan yang tak terhingga atau melebihi batas maka hal ini akan menjadikan suatu kondisi berupa kelangkaan barang (kebutuhan/keinginan seseorang atau masyarakat lebih besar dari pada tersedianya barang dan jasa tersebut).
Kelangkaan barang ini terjadi ketika harga barang yang sangat murah banyak diminta oleh para konsumen sehingga menimbulkan kelangkaan terhadap barang tersebut. Karena kelangkaan tersebut maka harga yang sebelumnya jauh lebih murah, lambat laun akan meningkat.

Semakin banyak permintaan maka semakin tinggi pula harga barang. Hal tersebut sangat bertentangan dengan hukum permintaan ekonomi (Semakin rendah tingkat harga suatu barang akan semakin banyak barang tersebut yang diminta, dan sebaliknya. Semakin tinggi tingkat harga suatu barang, akan semakin sedikit permintaan barang tersebut) pada uraian di atas tersebut. Intinya dalam perayaan hari raya penjual menginginkan adanya keuntungan besar sehingga mereka memanfaatkan momen tersebut sebagai nilai tambah penjualan mereka dengan cara memperoleh laba yang besar. Jadi hukum permintaan tidak berlaku mutlak pada asumsi ceteris paribus.

Apabila harga naik, maka jumlah barang atau jasa yang ditawarkan meningkat. Jika harga barang atau jasa turun, maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan berkurang. Hukum penawaran berbanding lurus dengan harga barang. Hukum ini juga tidak berlaku mutlak cateris paribus.

Semakin banyak penawaran harga cenderung turun. Harga akan naik bila penawaran sedikit. Semakin tinggi harga semakin banyak pula penawaran yang dilakukan dengan anggapan ceteris paribus. Setara dengan : bila harga naik maka permintaan turun, permintaan semakin banyak bila harga turun (hukum permintaan).

Faktor yang mempengaruhi tingkat penawaran (suply)
Biaya produksi dan tekhnologi yang digunakan tujuan perusahaan pajak ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap prediksi/perkiraan harga di masa depan yaitu :
1. biaya produksi dan tekhnologi yang digunakan
Jika biaya produksi/pembuatan suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual.dengan adanya tekhnologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.
2. Tujuan perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.
3. Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.
4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.
5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.

E.     Kesimpulan dan Saran
Bahwa dalam suatu permintaan dan penawaran yang sangat berperan penting di dalamnya adalah proses negosiasi yang baik, karena tanpa adanya peroses negosiasi yang baik tidak akan tercapai kesepakatan dan akan menimpulkan negosiasi yang alot.
Sarannya adalah untuk mencapai kesepakan yang baik di perlukan adanya hubungan yang baik antara calon mitra bisnis dengan produsen. Sehinga terciptanya negosiasi yang menghasilkan keputusan yang dapat di terima oleh kebelah dua pihak.

Rabu, 17 April 2013

Permasalahaan Ekonomi


Permasalahan Ekonomi
Masalah Pokok Ekonomi
Teori-teori mulai muncul untuk mencoba mengidentifikasi maslah ekonomi apakah yang sebenarnya yang dihadapi manusia di muka bumi ini. Secara umum ada dua buah teori umum yang mencoba untuk menjelaskan permasalahan yang ada dalam ekonomi, yaitu pokok masalah ekonomi secara klasik dan modern.
1.         Pokok Masalah Ekonomi Klasik
Pokok maslaah ekonomi klaskik merupakan bahasan teori ekonomi klasik. Teori ini berdasarkan pemikiran Adam smith, David Ricardo, dan Jhon Stuart Mill yang mendominasi pemikiran ekonomi sampai tahun 1870-an. Teori ekonomi klasik melihat pentingnya  masalah ekonomi sebagai kesatuan dari proses produksi, distribusi, dan konsumsi untuk kesejahteraan (kemakmuran), dalam hal ini amat menekankan kekuatan pasar sehingga menolak campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi.
Maslah ekonomi klasik adalah ekonomi yang dilihat dari sudut pandang sederhana. Pada dasarrnya pemikiran ini bertujuan pada satu hal, yaitu kemakmuran. Pemecahan masalah ini adalah dengan melakukan apapun yang dianggap perlu agar kemakmuran dpat dicapai. Yang disebut sebagai kemakmuran adalah situasi dimana semua barang dan jasa yang dibutuhkan manusia telah tersedia. Apabila dirincikan masalah ekonomi klasik dilihat dari segi produksi, distibusi, dan konsumsi
a.       Masalah Produksi
Permasalahan produksi adalah permasalahan bagaimana memproduksi semua benda (barang dan jasa) yang dibutuhkan masyarakat banyak.
b.      Masalah distribusi
Maslah distribusi terletak pada bagamana supaya benda-benda pemuas kebutuhan bisa sampai ke tangan konsusmen yang membutuhkannya. Seperti yang telah diketahui , barang dan jasa yang tidak sampai ke tangan konsumen yang tepat, tidak ada nilai gunanya, dan tidak dpaat memuasakan kebutuhan.
c.       Masalah Konsumsi
Maslaah konsumsi menyangkut  masalah apakah benda pemuas kebutuahn yang diproduksi memang benda  yang dapat dimiliki oleh konsumen. Barang  yang diproduksi haruslah barang yang tepat, yaitu barang yang memang dibutuhkan, diinginkan, dan mampu dibeli oleh konsumen.

2.         Pokok Masalah Ekonomi Modern
Pokok permaslaaan ekonomi modern terangkum dalam dua kata kunci, kelangkaan dan pilihan. Yang pertama menjadi penyebab yang kedua sehingga muncul empat pertanyaan mendasar tentang what, how, who, dan for whom tersebut. Walaupun setiap masyarakat menghadapi pertanyaan yang sama, namun cara mengatasinya berbeda. Perbedaan cara ini lah yang melahirkan sejumlah sistem ekonomi.
Kita dapat mendefinisikan empat maslaah fundamental perekonomian yang dihadapi setiap masyarakat di era modern.
a.       Apa (What)
Barang dan jasa apa saja yang akan  diproduksi dan dalam jumlah bera, harus ditentukan. Dari sekian banyak barang dan jasa, manakah yang harus dipilih untuk diproduksi!. Keputusan produksi tidak lagi hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan, namun juga untuk menghasilkan keuntungan maksimum.
b.      Bagaimana (How)
Dengan cara bagamana proses produksi akan dilakukan? Apakah akan mendatangkankeuntungan yang besar? Apabila terdapat barang modal berupa bangunan apakah akan dijadikan kantor atau gudang? Bila  terdapat sebidang tanah apakah akan digunakan? Ditanami padi, jagung, atau tebu?.
Pertanyaan-pertanyaan seperti itu harus dijawab dengan bijaksana. Salah melakukan produksi akan berakibat pada kerugiaa, Kelebihan atau kekurangan produksi juga dapat menimbulkan kerugian, karena aktivitas produksi membutuhkan biaya.
Dengan cara bagaimana (who) proses produksi akan dilakukan? Maksudnya adalah siapa yang akan melaksanakan, menggunakan sumber daya  apa saaja, dengan teknologi apa barang-barang tersebut dihasilkan, dan seberapa besar skala produksinya. Hai ini dibutuhkan dalam  rangka penyesuaian perkembangan zaman. Beberapa faktor yang terlibat dalam pengambilan keputusan ini yaitu:
-          Pilihan kombinasi sumber daya yang digunakan
-          Perencanaan proses produksi untuk mendapatkan keuntungan
-          Penentuan teknologi yang digunakan
-          Pertimbangan faktor eksternal: harga, perekonomian, suku bunga, biaya produksi, inflasi, valuta asing dan lain-lain.
c.       Siapa pelalu Produksi (Who)
Di zaman modern,  banyak pihak yang bisa melakukan produksi seperti, pemerintah, swasta, atau koperasi. Inilah salah satu modernisasi, yaitu spesialisasi. Spesialisasi berarti setiap pihak memiliki keterampilan dan keahlian khusus  yang tidak dimiliki pihak lain.
Pertimbangan mengenai pelaku produksi merupakan hal yang penting  karena setiap pihak memiliki kelebihan untuk memproduksi lebih baik.
d.      Untuk siapa (For Whom)
Untuk siapa (for whom) barang di produksi apakah untuk segmen pasar tertentu, atau  masyarakat umu!.


Resume Masalah Ekonomi


 Resume Masalah Ekonomi
                Masalah ekonomi itu sngat sering terjadi disekitar kita bahkan pasti pernah dialami oleh semua orang. Misalnya, masalah ekonomi yang mendatangi seperti “bagaimana cara orang memenuhi kehidupannya”
                Masalah ekonomi adalah masalah yang berkenaan dengan ekonomi itu sendiri. Sedangkan masalah perekonomian adalah maslah yang lekat kaitannya dengan segala aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, mulai dari aktivitas jual beli, tawar menawar atau export import.
                Masalah ekonomi itu termasuk masalah global karna seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya bahwa masalah ekonomi pasti pernah hinggap di diri setiap individu tanpa terkecuali. Jadi, masalah ekonomi ini adalah masalah yang sangat penting dan harus dicari solusinya secara bersama-sama, bukan hanya mengandalkan para ahli ekonomi saja untuk mencari jalan keluarnya.
                Ekonomi pada suatu bangsa ialah hal yang sangat vital, karena bangsa yang memiliki perekonomian yang kuat dapat dipastiakn dapat mendukung dan memajukan bidang-bidang yang lain, seperti bidang pendidikan, social budaya, pemerintahan dan aspek-aspek yang lainpun akan ikut menjadi kuat pula. Namun sebaliknya, jika perekonomian suatu bangsa itu lemah maka dapat dipastikan bahwa bidang-bidang dan aspek-aspek yang lain juga akan terkena dampaknya.
Tujuan kebijakan ekonomi :
a.       Efisiensi :Produk bisa dibuat banyak barang dan biaya prokuksi murah
b.      Pertumbuhan ekonomi : ilihat dari total produksi nasional
c.       Stabilitas ekonomi
d.      Pemerataan
Faktor-faktor terbentuknya masalah ekonomi :
1.       Kemiskinan
Faktor utama dalam masalah ekonomi ialah kemiskinan,karna ekonomi sangat erat kaitannya dengan kemiskinan. Apalagi di masa sekarang ini kemiskinan sudah sangat merajalela di setiap sudutnya. Namun para pakar ekonomi berpendapat bahwa “untuk mengurangi angka kemiskinan maka harus dilakukannya pembangunan”.
2.       Kesejahteraan
Sebagai lawan dari kata miskin . sejah tera memiliki arti kemampuan untuk mencukupi seluruh kebutuhan dalam hidup sehinga tidak ada kata sulit untuk memenuhi kebutuhan itu.
3.       Lapangan pekerjaan
Lapangan pekerjaan menjadi contoh masalah selanjutnya, karena setiap saat peminat kerja selalu bertambah sedangkan lapangan pekerjaannya sangatlah terbatas. Masalah ini juga sangat berkaitan dengan kemiskinan dan kesejahterahan. Jika seseorang yang memiliki pekerjaan yang layak tentu akan jauh dari kemiskinan, karna iya mampu memenuhi segala kebutuhan hidupnya dan iya tergolong menjadi pihak yang sejahtera hidupnya, sedangkan jika orang itu tidak memiliki pekerjaan yang layak maka iya tergolong menyadi pihak yang miskin hidupnya terlepas dari takdir yang iya dapat.
4.       Harga
Kenaikan harga barang biasanya dipicu karna banyaknya peminat dan permintaan dari pada persediaan barang pada saat tertentu. Seharusnya pemerintah memiliki kemampuan untuk menentukan harga barang di pasaran, sehingga harga pun lebih terjangkau untuk para konsumen dan dapat dinikmati dengan merata.
5.       Profit
Dalam ilmu ekonomi pasti selalu membahas masalh ini. Tentang bagaimana kita mampu menaiki laba dengan sekecil-kecilnya modal. Itu adalah prinsip utama ekonomi. Dalam kehidupan masyarakat sekarang segala cara akan dilakukan untuk mengejar keuntungan itu, baik secara halal maupun dengan cara yang haram.
6.       System ekonomi
Sitem ekonomi memiliki beragam bentuk disetiap Negara. Misalnya, kapitalisme, sosialisme, mix(campuran),dsb. Namun sekarang ini dunia perekonomian sudah memasuki fase non-ideologis, diman corak system ekonomi itu melebur menjadi satu.
7.       Inflasi
Secara sederhana biasanya inflasi dapat diartikan sebagai situasi dimana harga tetus menerus mengalami kenaikan.
8.       Ekonomi politik
Di era sekarang ini ilmu ekonomi tidak dapat berdiri sendiri. Karna masalah ekonomi tidak bisa diselesaikan dengan mengandalkan pandangan tungal saja, maka dari itu perlu adanya integrasi dengan politik tujuannya untuk dapat menyelesaikan semua permasalah ekonomi yang ada termasuk contoh masalah ekonomi yang sudah saya jelaskan diatas.

Kamis, 21 Maret 2013

Ruang Lingkup Ekonomi


Ruang Lingkup Ekonomi

Ilmu Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku individu dan masyarakat membuat pilihan (dengan atau tanpa uang) menggunakan sumbersumber yang terbatas, dengan cara atau alternatif terbaik untuk menghasilkan barang dan jasa sebagai pemuas kebutuhan manusia yang (relatif) tidak terbatas. Barang dan jasa yang dihasilkan kemudian didistribusikan untuk kebutuhan konsumsi sekarang dan di masa yang akan datang kepada berbagai individu dan kelompok masyarakat.
Secara fundamental dan historis, ilmu ekonomi dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:
1.      Ilmu Ekonomi Positif
Hanya membahas deskripsi mengenai fakta, situasi dan hubungan yang terjadi dalam ekonomi. Merupakan ilmu yang melibatkan diri dalam masalah “apakah yang terjadi”. Oleh karena itu ilmu ekonomi netral terhadap nilai – nilai. Artinya, ilmu ekonomi positif atau bebas nilai, hanya menjelaskan ‘apakah harga itu’ dan ‘apakah yang terjadi jika harga itu naik atau turun’ bukan ‘apakah harga itu adil atau tidak’.


2.      Ilmu ekonomi normative
Membahas pertimbangan – pertimbangan nilai etika. Ilmu ekonomi normatif beranggapan bahwa ilmu ekonomi harus melibatkan diri dalam mencari jawaban atas masalah “apakah yang seharusnya terjadi”.
Ilmu ekonomi sebagai bagian dari ilmu sosial, tentu berkaitan dengan bidang disiplin akademis ilmu sosial lainnya, seperti ilmu politik, sosiologi, psikologi, antropologi, sejarah, geografi dll. Sebagai disiplin yang mengkaji tentang aspek ekonomi dan tingkah laku manusia, juga berarti mengkajiperistiwa – peristiwa ekonomi yang terjadi di dalam masyarakat.
Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa tujuan ilmu ekonomi adalah untuk mencari pengertian tentang hubungan peristiwaekonomi, baik berupa hubungan kausal maupun fungsional dan untuk dapat menguasai masalah – masalah ekonomi yang di hadapi oleh masyarakat.
Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi memiliki ruang lingkup mikro dan makro sehingga mudah untuk dipelajari. Keduanya memberikan batasan dan asumsi yang jelas.
1.      Ekonomi Mikro Ekonomi
Mikro merupakan cabang ilmu ekonomi yang khusus mempelajari bagian-bagian kecil (aspek individual) dari keseluruhan kegiatan perekonomian. Analisis dalam teori ekonomi mikro antara lain meliputi perilaku pembeli (konsumen) dan produsen secara individua dalam pasar. Sikap dan perilaku konsumen tercermin dalam menggunakan pendapatan yang diperolehnya, sedangkan sikap dan perilaku produsen tercermin dalam menawarkan barangnya. Jadi inti dalam ekonomi mikro adalah masalah penentuan harga, sehingga ekonomi mikro sering dinamakan dengan teori harga (price theory).
Tujuan dan sasaran analisis ekonomi mikro lebih dititikberatkan kepada bagaimana membuat pilihan untuk :
1)      mewujudkan efisiensi dalam penggunaan sumber-sumber, dan
2)      mencapai kepuasan yang maksimum.

2.      Ekonomi Makro
Ekonomi Makro merupakan cabang ilmu ekonomi yang khusus mempelajari mekanisme bekerjanya perekonomian sebagai suatu keseluruhan (agregate) berkaitan dengan penggunaan faktor produksi yang tersedia secara efisien agar kemakmuran masyarakat dapat dimaksimumkan. Apabila yang dibicarakan masalah produsen, maka yang dianalisis produsen secara keseluruhan. Intinya ekonomi makro menganalisis penentuan tingkat kegiatan ekonomi yang diukur dari pendapatan, sehingga ekonomi makro sering dinamakan sebagai teori pendapatan (income theory).
Tujuan dan sasaran analisis ekonomi makro antara lain membahas masalah
1)      sisi permintaan agregate dalam menentukan tingkat kegiatan ekonomi, dan
2)      pentingnya kebijakan dan campur tangan pemerintah untuk mewujudkan prestasi kegiatan ekonomi yang diinginkan.
Corak Analisis Ilmu Ekonomi
·         Ekonomi Deskriptif (descriptive economics) menggambarkan keadaan yang sebenarnya wujud dalam perekonomian. Tugas utamanya mengumpulkan keterangan-keterangan faktual yang relevan dengan masalah ekonomi. Diskripsi masalah ekonomi menjadi rumit, berkaitan dengan fakta bahwa aspek manusia dipengaruhi oleh banyak faktor dalam prilakunya. Hal ini terjadi oleh karena dalam masyarakat, perubahan-perubahan yang terjadi bersifat kompleks, dan tentunya tidak hanya dipengaurhi oleh variabel-variabel ekonomi saja.
·         Teori Ekonomi (economics theory) memberikan pandangan-pandangan yang menggambarkan sifat hubungan yang wujud dalam kegiatan ekonomi, dan ramalan tentang peristiwa yang terjadi apabila suatu keadaan yang mempengaruhinya mengalami perubahan. Tugas teori ekonomi adalah memberikan abstraksi dari kenyataan yang terjadi dalam perekonomian. ekonomi bersifat kompleks, untuk itu perlu penyederhanaan dan abstrasksi yang dituangkan dalam teori.
·         Ekonomi Terapan (applied economics) disebut juga ekonomi kebijakan, dengan mengambil konsep dalam teori ekonomi dicoba untuk menerapkannya dalam kebijakan ekonomi dengan tetap memperhatikan pada data dan fakta yang dikumpulkan oleh ekonomi deskriptive.
Tujuan – tujuan kebijakan ekonomi antara lain;
1)      Mencapai pertumbuhan ekonomi yang pesat,
2)       Menciptakan kestabilan harga,
3)      Mengatasi masalah pengangguran, dan
4)      Mewujudkan distribusi pendapatan yang merata.

Masalah Pokok Perekonomian
          Masalah pokoknya adalah masa kelangkaan atau kekurangan sebagai akibat dari ketidak seimbangnya antara kebutuhan masyarakat yang relatif tidak terbatas dengan faktor-faktor produksi yang tersedia dalam masyarakat yang relatif terbatas. Kegiatan ekonomi dalam suatu masyarakat modern meliputi berbagai jenis kegiatan produksi, konsumsi dan perdagangan. Sehingga masalah ekonomi dapat dibagi tiga persoalan pokok, yaitu :
a. Menentukan barang dan jasa yang harus diproduksi.
b. Menentukan cara barang diproduksi.
c. Menentukan untuk siapa barang-barang diproduksi.
Kebutuhan Masyarakat
          Apabila kita amati kegiatan di pagi hari, kita melihat hampir seluruh warga masyarakat berangkat menuju tempat kerja untuk mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan keluarganya. Pegawai menuju ke kantor, pedagang ke pasar, ke toko atau siap menjajakan dagangannya, petani membajak sawah, dan banyak lagi kegiatan masyarakat lain.
         Mereka sibuk mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Memang banyak sekali yang kita butuhkan, Tentunya bukan hanya makanan, pakaian, tempat tinggal, dan masih banyak lagi yang lain, misalnya: buku, obat-obatan, alat transportasi, TV dan lain-lain.
Kebutuhan masyarakat adalah keinginan masyarakat untuk mengkonsumsi barang dan jasa. Dimana keinginan untuk memperoleh barang dan jasa dapat dibedakan 2 bentuk, yaitu :
1. Keinginan yang disertai oleh kemampuan untuk membeli (permintaan efektif).
2. Keinginan yang tidak disertai oleh kemampuan untuk membeli
Macam-macam Kebutuhan
        Kebutuhan manusia banyak dan beraneka ragam, bahkan tidak hanya beraneka ragam tetapi bertambah terus tidak ada habisnya sejalan dengan perkembangan peradaban dan kemajuan ilmu dan teknologi. Satu kebutuhan telah Anda penuhi, tentu akan datang lagi kebutuhan yang lainnya, karna seperti yang kita ketahui bahwa manusia adalah mahluk yang tidah pernah merasa puas. Namun demikian, kita dapat menggolongkan kebutuhan-kebutuhan sebagaimana bagan berikut ini:
1.      Kebutuhan menurut intensitasnya
 Kebutuhan ini dipandang dari urgensinya, atau mendesak tidaknya suatu kebutuhan.Kebutuhan ini dikelompokkan menjadi tiga: kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tertier.
·         Kebutuhan Primer : kebutuhan ini mutlak harus dipenuhi agar kita tetap hidup, seperti kebutuhan akan makanan, pakaian, tempat tinggal, dsb
·         Kebutuhan Sekunder : kebutuhan ini disebut juga kebutuhan kultural, kebutuhan ini timbul bersamaan meningkatnya peradaban manusia seperti: pendidikan, tamasya, olah raga, dll.
·         Kebutuhan Tersier : kebutuhan ini ditujukan untuk kesenangan manusia, seperti kebutuhan akan perhiasan, mobil mewah, rumah mewah, dsb.

2.      Kebutuhan menurut sifatnya
Kebutuhan ini dibedakan menurut dampak atau pengaruhnya terhadap jasmani dan rohani.
·         Kebutuhan jasmani, contohnya: makanan, pakaian, tempat tinggal, dsb.
·         Kebutuhan rohani, contohnya: musik, menonton bola, ibadah, dsb.
3.      Kebutuhan menurut waktu
Kebutuhan ini dibedakan menurut waktu sekarang dan waktu masa yang akan datang.Kebutuhan sekarang, adalah kebutuhan yang harus dipenuhi sekarang juga, seperti: makan di saat lapar, atau obat-obatan pada saat sakit. Kebutuhan masa depan, yaitu pemenuhan kebutuhan yang dapat ditunda untuk waktu yang akan datang, misalnya: tabungan hari tua, asuransi kesehatan, dsb.
4.      Kebutuhan menurut wujud
Kebutuhan ini meliputi kebutuhan material, yaitu kebutuhan berupa barang-barang yang dapat diraba dan dilihat. Misalnya: buku, sepeda, radio, dsb.
5.      Kebutuhan menurut subyek
Kebutuhan ini dibedakan menurut pihak-pihak yang membutuhkan. Kebutuhan ini meliputi :
·         Kebutuhan individu, yaitu kebutuhan yang dapat dilihat dari segi orang yang membutuhkan, misalnya: kebutuhan petani berbeda dengan kebutuhan seorang guru.
·         Kebutuhan masyarakat, disebut juga kebutuhan kolektif atau kebutuhan bersama, yaitu alat pemuas kebutuhan yang digunakan bersama, misalnya: telepon umum, jalan umum, WC umum, rasa aman, dsb.
Teori Prilaku Konsumen
Menerangkan perilaku pembeli dalam menggunakan dan membelanjakan pendapatan yang diperolehnya, yaitu :
·         Alasan para pembeli / konsumen untuk membeli lebih banyak barang pada harga yang lebih rendah akan mengurangi pembelian pada harga yang tinggi.
·         Bagaimana seseorang konsumen menentukan jumlah dan komposisi dari barang yang akan dibeli dari pendapatan yang diperolehnya.
·         Nilai guna (utility) adalah kepuasan atau kenikmatan yang diperoleh seseorang dari mengkonsumsi barang-barang. Jika kepuasan itu makin tinggi, maka makin tinggi pula nilai gunanya (utility-nya).
Pendekatan Teori Prilaku Konsumen
a)      Pendekatan Nilai Guna (Utility) Kardinal, dianggap manfaat atau kenikmatan yang diperoleh seorang konsumen dapat dinyatakan secara kuantitatif.
b)      Pendekatan Nilai Guna (Utility) Ordinal, manfaat atau kenikmatan yang diperoleh masyarakat dari mengkonsumsi barang-barang tidak dikuantifikasi.

Daftar pustaka :


RESUME “Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi”


RESUME “Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi”
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang menjelaskan tentang bagaimana cara atau usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya dengan mengolah sumber daya yang ada di sekitarnya sehingga tercapailah kesejahterahaan hidup. Ekonomi itu sendiri ialah kebutuhan yang sangat berpengaruh dalam kelangsungan hidup manusia, karna tanpa terpenuhinnya kebutuhan tersebut maka kelangsungan hidup manusia akan masuk pada zona worning bahkan terancam.
Makna  ekonomi sangat berkaitan dengan barang  ataupun jasa. Karena ekonomi itu adalah sebuah kebutuhan, maka kita memerlukan  alat pemuas kebutuhan. Kebutuhan manusia dapat tercukupi dengan alat pemuas kebutuhan berupa barang atau jasa.
Macam-macam alat pemuas kebutuhan :
1.     Barang Ekonomi
Barang yang untuk mendapatkannya memerlukan proses transaksi atau terkait dengan materi. Bisa juga disebut barang yang memilihi nilai.
Contohnya : pakaian
2.     Barang Bebas
Barang yang sudah disediakan oleh alam dan tidak memiliki nilai karna jumlahnya yang sangat berlimpah.
Contoh : udara, sinar matahari, air.
3.     Barang Konsumsi
Barang yang secara langsung dapat digunakan oleh manusia.
Contoh : beras
4.     Barang Produksi / Barang Modal
Barang yang diolah lagi dengan tujuan untuk menghasilkan barang lain yang dapat dijual ke konsumen guna menghasilkan keuntungan yang lebih besar dibanding barang sebelumnya.
Contoh : besi dirakit menjadi kendaraan yang memiliki nilai guna lebih tinggi.

Adapun faktor-faktor ekonomi atau sumber daya, meliputi :
1.     SDM (Sumberdaya Manusia)
2.     SDA  (Sumberdaya  Alam)
3.     Sumberdaya Modal
4.     Enterpreneurship (Jiwa kewirausahaan)
Jadi, demi kelangsungan hidup manusia maka setiap faktor-faktor ekonomi itu harus tercukupi, dan jika ada salah satu dari hal itu yang hilang atau tidak ada maka akan terjadi ketidakseimban dalam roda kehidupan manusia oleh karena itu kita membutuhkan sistem ekonomi untuk mengaturnya.
            Sistem Ekonomi adalah sistem yang digunakan oleh suatu Negara untuk mengatur sumberdaya yang dimilikinya. Setiap Negara mempunyai sistem ekonominya  masing-masing tergantung sumberdaya apa yang Negara itu miliki dan sistem apa yg cocok untuk memproduksinya.
Macam-macam Sistem Ekonomi, yaitu :
·        Sistem Ekonomi Kapitalisme
Sistem ekonomi kapitalisme iyalah sistem yang berpusat pada individu bukan berpusat pada pemerintah, disistem ini pemerintah hanya mengawasi jalannya perekonomian.
·        Sistem Ekonomi Liberalisme
Sistem ekonomi libaralis iyalah sistem yang dibuat untuk tujuan bebas. Bebas disini dalam arti dapat bersaing di perdagangan bebas (pasar bebas) dunia.
·        Sistem Ekonomi Komunis
Sistem ekonomi komunis iyalah sistem yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu {Karl Marx}.
·        Sistem Ekonomi Sosial
Sistem ekonomi social iyalah sistem yang tidak menghalalkan segala cara dan menggunakan logika untuk bertindak dan tidak menggunakan nafsu {Karl Marx}.